Tampilkan postingan dengan label Bangunan Minimalis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bangunan Minimalis. Tampilkan semua postingan

Pasir Urug Bawah Pondasi

Sebelum pasangan batu kali untuk pondasi dilaksanakan, maka harus didahului dengan menebarkan pasir urug sebagai alas pondasi setebal kurang lebih 5 s.d. 10 cm dan batu kosong satu lapis sepanjang galian pondasi, kemudian dipadatkan.

Read more...

Galian Tanah Pondasi Batu Kali

Untuk membuat pondasi diperlukan pekerjaan galian tanah. Pada umumnya lapisan tanah dipermukaan setebal ± 50 cm adalah lapisan tanah humus yang sangat labil dan tidak mempunyai daya dukung yang baik. Oleh karena itu dasar pondasi tidak boleh diletakkan pada lapisan tanah humus ini. Untuk menjamin kestabilan pondasi dan memperoleh daya dukung tanah yang cukup besar, maka dasar pondasi harus diletakkan pada kedalaman lebih dari 50 cm dari permukaan tanah sampai mencapai lapisan tanah asli yang keras. Lebar galian tanah untuk memasang pondasi dibuat secukupnya saja asal sudah dapat untuk memasang pondasi, karena tanah yang sudah terusik sama sekali akan berubah baik sifatnya maupun kekuatannya.

Bentuk tampang galian dapat bermacam-macam, tergantung jenis tanahnya. Bila jenis tanahnya merupakan tanah lepas (misal pasir), maka luas tampangnya akan semakin besar. Atau dapat dikatakan bahwa luas tampang sangat dipengaruhi oleh sudut longsornya.

Contoh ukuran untuk galian pondasi batu kali misalnya: lebar + 60 s.d 150 cm dan dalam + 60 s.d 100 cm, tergantung jenis dan kondisi tanah.

1. Gambar galian pondasi tanah bebas


















2. Gambar pondasi berbatasan dengan tanah orang lain



















3. Foto pekerjaan galian untuk pondasi



















4. Foto galian pondasi



















::dari berbagai sumber
Read more...

Bouwplank

Sebelum melakukan pekerjaan bouwplank, kegiatan yang harus dilakukan adalah pengukuran dan bila perlu perataan permukaan tanah. Tujuan utama dari pengukuran adalah membuat pola bangunan dalam ukuran yang sesungguhnya sesuai gambar denah rencana. Hasil dari pengukuran tersebut, harus kita simpan dan permanenkan dengan melakukan bouwplank.
Tujuan pekerjaan bouwplank:
  • Untuk menentukan elevasi lantai dari permukaan tanah, kurang lebih 0,00.
  • Untuk membantu presisi dan akurasi bangunan yang akan didirikan
  • Dapat membantu dalam pasangan dinding bata dari as ke as.
Bouwplank diletakkan kurang lebih satu meter arah luar dari as bangunan atau pada posisi yang dirasa aman terutama akibat galian pondasi.
Misalkan ukuran bangunan 8x11 m, maka (8+1+1)+(11+1+1)x2 =46 m'
Bahan yang digunakan adalah papan 2/15, kaso 5x7, benang dan paku.

Permukaan Bouwplank:

Read more...

Tahapan Pekerjaan Pembangunan Rumah

Dalam membangun sebuah rumah, sangatlah penting memperhatikan tahapan-tahapan dalam pengerjaannya. Pekerjaan yang tidak terstruktur dengan baik, akan berdampak kepada beberapa faktor, diantaranya: waktu yang dibutuhkan, kualitas pekerjaan, dan tentunya biaya yang dikeluarkan.
Demi efektifitas dan efesiensi waktu yang dibutuhkan, perlu diperhatikan beberapa tahapan pekerjaan dalam membangun sebuah rumah, tahapan pekerjaan tersebut diantaranya:


  1. Bouwplank
  2. Galian tanah dan pondasi
  3. Pasir urug bawah pondasi
  4. Pasangan batu kali pondasi
  5. Sloof
  6. Pasangan dinding bata
  7. Kusen pintu dan jendela
  8. Kolom
  9. Balok lantai/ringbalk
  10. Balok struktur
  11. Kuda-kuda
  12. Rangka dan penutup atap
  13. Plafon
  14. Lantai dan dinding
  15. Plesteran
  16. Plamir
  17. Pengecatan
  18. Drainase
  19. Listrik
  20. Septictank
Urutan pekerjaan di atas merupakan tahapan dasar dalam membangun sebuah rumah. Penjelasan tahapan demi tahapan, akan saya sampaikan pada postingan berikutnya.
Read more...

Tipe 36 Minimalis (Modifikasi)

Desain rumah minimalis memang sedang banyak diminati. Akhir-akhir ini hampir setiap developer menawarkan hunian dengan konsep minimalis, mulai dari tipe rumah kecil sampai tipe paling wah...
Bagi orang awam, rumah dengan desain minimalis terkesan mahal karena penampilannya yang elegan terutama desain struktur dan pencahayaan. Padahal mahal tidaknya itu relatif, tergantung kita mensiasatinya.
Nah kali ini saya akan mencoba memodifikasi desain rumah mungil Tipe 36 (yang telah saya posting pada kesempatan lalu)

Desain Tanpa Pagar















Desain Include Pagar
















Denah








































Catatan:
Desain 2D & 3D: Autocad 2009;
Render : 3DS Max 9.0;
Image Denah : Coreldraw x.4
Read more...

Project Gagal II


Ini kesekian kalinya, project gue gagal. Desain ini sengaja gue posting (lumayan nambah koleksi postingan) dari pada ngejentul kaga karuan di hardisk.

Spesifikasi Desain Rumah:
Luas lantai 1 = 56 M2, terdiri dari:
-Kamar Tidur : 2
-Kamar Mandi
-Ruang Tamu
-Dapur

Luas lantai 2 = 56 M2, terdiri dari:
-Kamar Tidur:2
-Kamar Mandi
-Ruang Keluarga

Rumah ini gue desainatas permohonan Bapak Dadan untuk digunakan sebagai rumah tinggal. Kasusnya hampir sama dengan project yang pertama, client gak tau kelanjutannya. Setelah desain beres berikut 3 dimensinya, kemudian dikasih ke client untuk dipelajari. Beberapa hari kemudian gue terima telepon kalo client gue lagi di Batam, project akan dilanjut setelah dia pulang dari batam. Sialnya, sampai sekarang dia belum datang.

Buat Pa Dadan, dimana pun berada, maaf ya pa gambar rumahnya saya posting, karena gada kejelasan dari bapak.
Read more...

Project Gagal I

Dapet proyek? sapa yang gak seneng.
Ceritanya begini, konon (cieh.. kaya mo nge-dongeng aja) gue ma temen dapet project buat ngedesain rusa (Rumah Usaha) dengan luas tanah 280,56 M2. Rencananya bangunan ini nantinya digunakan sebagai rumah tinggal sekaligus tempat usaha. Kebetulan Client gue ini adalah seorang dokter dan istrinya ingin membuka salon kecantikan. Setelah konsultasi yang panjang x lebar x tinggi...aeh.. panjang lebar (:P), client gue punya budget se ..... rupiah. Akhirnya pulang ke rumah, temen gue nyalain kompi, buka Autocad, garis sana-garis sini, dimensi sana dimensi sini. Oke desain-nya temen gue sesuain dengan kondisi finansial si client. Temen gue bikin 2 alternatif desain dengan sedikit perbedaan di beberapa ornamen bangunan.

Bangunan yang temen gue desain merupakan rumah dua lantai dengan Luas Lt1= 99,84 M2 Luas Lt2= 52,75 M2 yang terdiri dari : 2 kamar tidur, 3 kamar mandi, 1 dapur, 1 ruang makan dan pantry, 1 ruang tamu dan keluarga, 1 ruang untuk gudang, 1 ruangan untuk praktek, 1 ruang tunggu, 1 ruangan untuk Salon. dan satu ruangan untuk santai ditambah 2 buah carport.
Singkat cerita, desain sudah beres tinggal dikasih ke client pada waktu yang telah dijanjikan sebelumnya. Berhari-hari si client mempertimbangkan diantara dua pilihan desain tersebut, akhirnya dia pilih salah satu desain dengan catatan redesain disana-sini. Temen gue revisi lagi desain tersebut sesuai dengan keiinginan client. Setelah konsultasi beberapa kali sampai pada akhirnya sepakat dengan desain yang gue ajukan berikut spesifikasi material yang diinginkan si client.
Belum selesai sampe disitu, tugas gue ma temen gue selanjutnya adalah menghitung biaya pembangunan atau RAB (Rencana Anggaran Biaya). Setelah survey harga material dan harga upah pengerjaan, gue utak atik di excel (Ms. Excel), akhirnya anggaran biaya jatuh pada angka sekian rupiah, tidak jauh dari budget si client.

Tahap selanjutnya adalah (ini pekerjaan yang paling gue suka) membuat tampilan 3 dimensi. Seperti biasa, untuk pekerjaan ini gue ngandelin kemampuan software 3DS Max ditunjang dengan beberapa plugin (RPC Archvision untuk library dan V-ray untuk merender). Setelah beberapa kali edit view sana view sini (dari berbagai tampak), berganti ganti angle camera, akhirnya gue render juga. Sreeeet.....! Jadi deh. Selanjutnya gue print di kertas photo glossy biar tampak lebih exclisive (hehe..biar client gue puas ngeliat hasil renderan gue). Besoknya gue janjian ketemuan ama client gue untuk nyerahin portofolio tersebut. Client gue cukup puas dengan hasil gambar akhir (3D), senengnya kalo jerih payah gue kepake ama client. Setelah diskusi masalah pembayaran dan pelaksanaan, akhirnya gue pamit pulang.

Read more...

Minimalis 36

Daripada bengong gak karuan (sambil ngerasain betapa menderitanya kalo lagi sakit gigi), iseng-iseng gue buka Autocad, klik sana klik sini, bikin garis sana sini di-trim lagi (kayak gada kerjaan aja). Akhirnya gue punya ide ngedit desain rumah mungil minimalis. Setelah bikin skala, gue langsung bikin denah, tampak, ama potongan (Norak ye..kalo ma Master Arsitek ,gue dah diketawain). kurang puas dengan denah pertama, gue re-desain ulang lagi dengan gambar denah alternatif. Sampe ada tiga alternatif denah yang gue buat, akhirnya gue pilih satu.

Menginjak pada step selanjutnya, gue bikin 3D-nya masih pake Autocad. Extrude sana, extrude sini, tiap bagian struktur dan material gue sortir pake layer. Bagian tersulitnya adalah pada saat gue bikin 3d Besi Hollo, ribet banget, udah objeknya paling kecil, banyak lagi. Tapi dengan kesabaran dan diiringi cekot-cekot sakit kepala, akhirnya selesai proses pembuatan 3D-nya, tinggal rendering.

Untuk merender gue percayakan pada software 3DS Max 9.0, karena selain lebih tangguh daripada Bryce, cuma software ini yang baru gue pelajarin buat ng-render (setelah Bryce). Setelah gue buka 3DS Max-nya, gue import file 3D yang dibikin di Autocad tadi. Setelah nyeting material dan pencahayaan (alakadarnya), akhirnya gue render. Treeeeet.......! Jadi.....!

Eh, ada yang lupa, library-nya belum gue bikin. Nah untuk library, biar cepet gue pake sofware tambahan berupa plugin dari Archvision yaitu RPC. Gue masukin libray environment-nya, trus rumput, tanaman, orang, dll. gue render lagi. Treeet...! Jadi. Sengaja gue gak pakai V-ray buat ngerendernya. jadinya seperti disamping ini:

Minimalis (Tipe Cluster
) / Luas Tanah: 78 M2, Luas Bangunan: 36 M2

Lihat sana, lihat sini.....kayaknya ada yang kurang. Gimana kalo pake pagar ya? Hmmm..... Gue balik lagi ke Autocad, bikin 3D yang pake pagar buat alternatif. Gak lama, selesailah 3D rumah yang masih mentah. Setelah diimport dari 3DS Max, setting material, libray, tus gue render dengan angle camera seperti ini:

Akhirnya Selesai juga curat coret gue....Huh....! Lumayan cape en pegel., mana gigi snut-snutan aduuuuuuh........ Tiduuuuuur.... Kzzzzzzzzzzzz....!


Minimalis (Plus Pagar) / Luas Tanah: 78 M2, Luas Bangunan: 36 M2

Read more...
 

Links∞


A|_________________________________
Archv3ntureareros.co.cc (the|second user)
B|_________________________________
Berbagi IlmuBlog Acak Kadut一个一个的部落格寂寞心Blunderer
C|_________________________________
CoolgirlspotCatatan Pendek
D|_________________________________
DapurpunyakuDiary-ZoneDownload Macam - MacamDriversCollection.com (One of largest free net library of device drivers)
F|_________________________________
Free Pascal Source Code and C++ Source CodeFood TipsFree Download MP3-Lirik Lagu-Midi
G|_________________________________
Great InformationGames Console
H|_________________________________
Harga Miring
I|_________________________________
Info GameInformasi dan Bisnis Anak Jogja
J|_________________________________
Jasa Pembuatan BlogJasa Pembuatan Blog
K|_________________________________
Kang Jured
L|_________________________________
Laksamana Eembun.Blog
M|_________________________________
Masifud.BlogMenulis Untuk BerbagiMesothelioma
N|_________________________________
Newsupdates24x7Nge - Review (All about IT I love IT)Nophie's Corner
O|_________________________________
Optimasi Blog (Tips SEO dan Trik Blogger Indonesia)Online Business
P|_________________________________
PC Lovers
S|_________________________________
SijagurSport InfoSelafSarkari Naukri
T|_________________________________
Tech FuzzTelekomunication UpdateTGDC.InfoTrik-Tips BlogTutorial Website
W|_________________________________
World of Cricket

My Blog List






Misbah el Munir مصباح المنير Copyright © 2009 Black Nero is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal