Tampilkan postingan dengan label Desain Grafis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Grafis. Tampilkan semua postingan

Typemage

Type + Image = Typemage

Adalah penggabungan 2 unsur element design berupa teks dan gambar.
Dalam bidang design grafis, typemage digunakan sebagai sebuah kreasi
unik pengkombinasian huruf yang berlatar belakang gambar. Cara
pengkombinasian typemage yang unik memang sengaja dipergunakan
oleh designer grafis dengan tujuan untuk memancing ketertarikan
khalayak kepada pesan yang akan disampaikan.
Untuk lebih memahami apa itu Typemage, berikut tutorialnya
pembuatannya dengan teknik cliping mask pada adobe photoshop:

1. Buka adobe photoshop, buat dokumen baru dengan lebar 800 x 600 px,
lalu masukan atau buatlah background sebagai pengganti “warna” dari
huruf yang akan ditulis.






















2. Perhatikan palet layer, buatlah agar layer background menjadi tetap
berwarna putih atau hitam dengan cara menekan tombol
CTRL+BACKSPACE, karena nantinya layer background akan menjadi
warna yang tidak tertutupi oleh mask. Di atas layer background-lah yang
akan menjadi “warna” bagi teks yang akan dibuat typemage-nya











3. lalu tuliskan sebuah sebuah teks









4. Perhatikan palet layer kembali. - Pindahkan layer teks kebawah -
Selalu letakan layer teks untuk berada di bawah layer “warna teks”, yang
nantinya akan menjadi warna latar belakang dari teks.













5. lalu letakan kursor diantara layer teks (“tulisan: alFa”) dan layer paling
atas (layer: “warna teks”). Tekan dan tahan tombol ALT, ditengah
kedua layer tersebut hingga muncul icon cliping mask.










6. Beri sedikit sentuhan terakhir dengan memerge 2 layer tadi (teks dan
warna teks) - tekan tombol CTRL+E - . Kemudian add beberapa layer
style, seperti drop shadow, bevel and emboss, dan juga stroke.















7. selesai, selamat mencoba.........................
Read more...

Project Gagal II


Ini kesekian kalinya, project gue gagal. Desain ini sengaja gue posting (lumayan nambah koleksi postingan) dari pada ngejentul kaga karuan di hardisk.

Spesifikasi Desain Rumah:
Luas lantai 1 = 56 M2, terdiri dari:
-Kamar Tidur : 2
-Kamar Mandi
-Ruang Tamu
-Dapur

Luas lantai 2 = 56 M2, terdiri dari:
-Kamar Tidur:2
-Kamar Mandi
-Ruang Keluarga

Rumah ini gue desainatas permohonan Bapak Dadan untuk digunakan sebagai rumah tinggal. Kasusnya hampir sama dengan project yang pertama, client gak tau kelanjutannya. Setelah desain beres berikut 3 dimensinya, kemudian dikasih ke client untuk dipelajari. Beberapa hari kemudian gue terima telepon kalo client gue lagi di Batam, project akan dilanjut setelah dia pulang dari batam. Sialnya, sampai sekarang dia belum datang.

Buat Pa Dadan, dimana pun berada, maaf ya pa gambar rumahnya saya posting, karena gada kejelasan dari bapak.
Read more...

Membuat Rumput 3 Dimensi

Membuat rumput 3 Dimensi kini semakin mudah dilakukan dengan aplikasi software 3 Dimensi. Anda dapat menggunakan aplikasi 3ds max misalnya. Namun fitur untuk membuat rumput ini, baru tersedia di 3ds max versi 8 keatas (di versi 7.5 sebenarnya sudah tersedia, hanya saja prosedur penginstalannya agak sedikit panjang. Disarankan Anda menggunakan 3ds Max versi 8 keatas). Fitur tersebut bernama Hair and Fur. Fitur ini tidak saja berfungsi untuk membuat rumput, namun sesuai dengan namanya, dapat juga membuat rambut dan bulu 3 Dimensi. Dengan adanya fitur ini, objek rumput yang dibuat akan tampil lebih nyata dan realistik.



Cara membuatnya:

1. Pada Command Panel, klik tab Create>Geometry>Plane


















2. Buka rollout KeyboardEntry dan Anda isikan nilai seperti petunjuk gambar dibawah. Lalu klik tombol Create
















3. Buka tab Modify















4. Di rollout Parameters, Anda isi nilai parameter seperti petunjuk dibawah.











5. Klik kotak warna seperti pada gambar dibawah















6. Pilih warna coklat dan tekan tombol OK













7. Klik kotak bertuliskan Modifier List (seperti pada petunjuk dibawah)















8. Klik pilihan Hair and Fur (WSM).



















9. Buka rollout Material Parameters dan ubah warna pada Tip Color menjadi warna hijau muda dan Root Color menjadi warna hijau tua














10. Memilih warnanya seperti pada panduan gambar berikut











11. Setelah selesai, Anda klik menu Rendering>Render











12. Klik tombol Render



















13. SIMSALABIM!! Sekarang Anda sudah punya halaman sendiri.. ;)

















Bisa buat main Sepak Bola... Gratis
(Reposted: http://misbah-el-munir.blogspot.com sumber: www.ilmugrafis.com)
Read more...

ANIME

Sejarah

• Anime dimulai pada abad ke 20, ketika pembuat film Jepang bereksperimen dengan teknik animasi yang sedang dieksplorasi di Prancis. Jerman, da Rusia. Anime telah diketahui sudah ditayangkan pada 1917 – 2 menit klip seorang samurai mencoba pedang abru pada targetnya, yang hanya untuk dikalahkan.

• Pada tahun 1930 animasi menjadi format alternatif dari penceritaan pemibandingan dengan perkembangan industri live-action di Jepang.

• Kesuksesan Disney pada tahun 1937 termasuk didalamnya “Snow white and the seven Dwarf berpengaruh pada animator jepang, pada tahun 60-an Osamu Ozuka mengadaptasi banyak teknik animasi disney dengan mengurangi harga dan jumlah frame pada produksi, ini menjadikan tolak ukur yang diperbolehkan kepada animater yang belum berpengalaman.

• Pada tahun 1970, berkembang dan populer menjadi manga(komik) yang akan dijadikan film animasi, dan kemudian Osamu Tezuka mendapatkan julukan “legend” dan “god of manga”. Pekerjaan-pekerjaannyamenjadi pioner dan inspirasi karakteristik dan genre-genre yang menjadi elemen-elemen fundamental bagi anime hingga sekarang.

• Robot Raksasa(Mecha di Amerika) oleh Tezuka, berkembang menjadi super Robot dibawah Go Nagai dan yang lainnya.

Terminologi

• DiJepang, animasi pada bahasa inggris ditulis dengan huruf katakana アニメーション (animēshon, pronounced [ɑnime:ɕoɴ]).

Manga Style

• shōjo

• Seinen

• Seijin

• Bishojo

• Kodomo

dll
Read more...

UNSUR-UNSUR DESIGN


1. Garis (Line)
Sebuah garis adalah unsur desain yang menghubungkan antara satu titik poin dengan titik poin yang lain sehingga bisa berbentuk gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight). Garis adalah unsur dasar untuk membangun bentuk atau konstruksi desain.

2. Bentuk (Shape)
Bentuk adalah segala hal yang memiliki diameter tinggi dan lebar. Bentuk dasar yang dikenal orang adalah kotak (rectangle), lingkaran (circle), dan segitiga (triangle). Sementara pada kategori sifatnya, bentuk dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu:
- Huruf (Character): yang direpresentasikan dalam bentuk visual yang dapat digunakan untuk membentuk tulisan sebagai wakil dari bahasa verbal dengan bentuk visual langsung, seperti A, B, C, dsb.
- Simbol (symbol): yang direpresentasikan dalam bentuk visual yang mewakili bentuk benda secara sederhana dan dapat dipahami secara umum sebagai simbol atau lambang untuk menggambarkan suatu bentuk benda nyata, misalnya gambar orang, bintang, matahari dalam bentuk sederhana (simbol), bukan dengan bentuk nyata (dengan detail).
- Bentuk Nyata (Form): bentuk ini betul-betul mencerminkan kondisi fisik dari suatu obyek. Seperti gambar manusia secara detil, hewan atau benda lainnya.

3. Tekstur (Texture)
Tekstur adalah tampilan permukaan (corak) dari suatu benda yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Yang pada prakteknya, tekstur sering dikategorikan sebagai corak dari suatu permukaan benda, misalnya permukaan karpet, baju, kulit kayu, dan lain sebagainya.

4. Ruang (Space)
Ruang merupakan jarak antara suatu bentuk dengan bentuk lainnya yang oada praktek desain dapat dijadikan unsur untuk memberi efek estetika desain. Sebagai contoh, tanpa ruang anda tidak akan tahu mana kata dan mana kalimat atau paragraf. Tanpa ruang anda tidak tahu mana yang harus dilihat terlebih dahulu, kapan harus membaca dan kapan harus berhenti sebentar. Dalam bentuk fisiknya pengidentifikasian ruang digolongkan menjadi dua unsur, yaitu obyek (figure) dan latar belakang (background).

5. Ukuran (Size)
Ukuran adalah unsur lain dalam desain yang mengidentifikasikan besar kecilnya suatu obyek. Dengan menggunakan unsur ini anda dapat menciptakan kontras dan penekanan (emphasis) pada obyek desain anda sehingga orang akan tahu mana yang akan dilihat atau dibaca terlebih dahulu.

6. Warna (Color)
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Karena dengan warna orang bisa menampilkan identitas, menyampaikan pesan atau membedakan sifat dari bentuk-bentuk visual secara jelas. Dalam prakteknya warna dibedakan menjadi dua: yaitu warna yang ditimbulkan karena sinar (additive color) yang biasanya digunakan pada warna lampu, monitor, TV dan sebagainya, dan warna yang dibuat dengan unsur-unsur tinta atau cat (Subtractive color) yang biasanya digunakan dalam proses pencetakan gambar ke permukaan benda padat seperti kertas, logam, kain atau plastik.
Read more...

Project Gagal I

Dapet proyek? sapa yang gak seneng.
Ceritanya begini, konon (cieh.. kaya mo nge-dongeng aja) gue ma temen dapet project buat ngedesain rusa (Rumah Usaha) dengan luas tanah 280,56 M2. Rencananya bangunan ini nantinya digunakan sebagai rumah tinggal sekaligus tempat usaha. Kebetulan Client gue ini adalah seorang dokter dan istrinya ingin membuka salon kecantikan. Setelah konsultasi yang panjang x lebar x tinggi...aeh.. panjang lebar (:P), client gue punya budget se ..... rupiah. Akhirnya pulang ke rumah, temen gue nyalain kompi, buka Autocad, garis sana-garis sini, dimensi sana dimensi sini. Oke desain-nya temen gue sesuain dengan kondisi finansial si client. Temen gue bikin 2 alternatif desain dengan sedikit perbedaan di beberapa ornamen bangunan.

Bangunan yang temen gue desain merupakan rumah dua lantai dengan Luas Lt1= 99,84 M2 Luas Lt2= 52,75 M2 yang terdiri dari : 2 kamar tidur, 3 kamar mandi, 1 dapur, 1 ruang makan dan pantry, 1 ruang tamu dan keluarga, 1 ruang untuk gudang, 1 ruangan untuk praktek, 1 ruang tunggu, 1 ruangan untuk Salon. dan satu ruangan untuk santai ditambah 2 buah carport.
Singkat cerita, desain sudah beres tinggal dikasih ke client pada waktu yang telah dijanjikan sebelumnya. Berhari-hari si client mempertimbangkan diantara dua pilihan desain tersebut, akhirnya dia pilih salah satu desain dengan catatan redesain disana-sini. Temen gue revisi lagi desain tersebut sesuai dengan keiinginan client. Setelah konsultasi beberapa kali sampai pada akhirnya sepakat dengan desain yang gue ajukan berikut spesifikasi material yang diinginkan si client.
Belum selesai sampe disitu, tugas gue ma temen gue selanjutnya adalah menghitung biaya pembangunan atau RAB (Rencana Anggaran Biaya). Setelah survey harga material dan harga upah pengerjaan, gue utak atik di excel (Ms. Excel), akhirnya anggaran biaya jatuh pada angka sekian rupiah, tidak jauh dari budget si client.

Tahap selanjutnya adalah (ini pekerjaan yang paling gue suka) membuat tampilan 3 dimensi. Seperti biasa, untuk pekerjaan ini gue ngandelin kemampuan software 3DS Max ditunjang dengan beberapa plugin (RPC Archvision untuk library dan V-ray untuk merender). Setelah beberapa kali edit view sana view sini (dari berbagai tampak), berganti ganti angle camera, akhirnya gue render juga. Sreeeet.....! Jadi deh. Selanjutnya gue print di kertas photo glossy biar tampak lebih exclisive (hehe..biar client gue puas ngeliat hasil renderan gue). Besoknya gue janjian ketemuan ama client gue untuk nyerahin portofolio tersebut. Client gue cukup puas dengan hasil gambar akhir (3D), senengnya kalo jerih payah gue kepake ama client. Setelah diskusi masalah pembayaran dan pelaksanaan, akhirnya gue pamit pulang.

Read more...

Minimalis 36

Daripada bengong gak karuan (sambil ngerasain betapa menderitanya kalo lagi sakit gigi), iseng-iseng gue buka Autocad, klik sana klik sini, bikin garis sana sini di-trim lagi (kayak gada kerjaan aja). Akhirnya gue punya ide ngedit desain rumah mungil minimalis. Setelah bikin skala, gue langsung bikin denah, tampak, ama potongan (Norak ye..kalo ma Master Arsitek ,gue dah diketawain). kurang puas dengan denah pertama, gue re-desain ulang lagi dengan gambar denah alternatif. Sampe ada tiga alternatif denah yang gue buat, akhirnya gue pilih satu.

Menginjak pada step selanjutnya, gue bikin 3D-nya masih pake Autocad. Extrude sana, extrude sini, tiap bagian struktur dan material gue sortir pake layer. Bagian tersulitnya adalah pada saat gue bikin 3d Besi Hollo, ribet banget, udah objeknya paling kecil, banyak lagi. Tapi dengan kesabaran dan diiringi cekot-cekot sakit kepala, akhirnya selesai proses pembuatan 3D-nya, tinggal rendering.

Untuk merender gue percayakan pada software 3DS Max 9.0, karena selain lebih tangguh daripada Bryce, cuma software ini yang baru gue pelajarin buat ng-render (setelah Bryce). Setelah gue buka 3DS Max-nya, gue import file 3D yang dibikin di Autocad tadi. Setelah nyeting material dan pencahayaan (alakadarnya), akhirnya gue render. Treeeeet.......! Jadi.....!

Eh, ada yang lupa, library-nya belum gue bikin. Nah untuk library, biar cepet gue pake sofware tambahan berupa plugin dari Archvision yaitu RPC. Gue masukin libray environment-nya, trus rumput, tanaman, orang, dll. gue render lagi. Treeet...! Jadi. Sengaja gue gak pakai V-ray buat ngerendernya. jadinya seperti disamping ini:

Minimalis (Tipe Cluster
) / Luas Tanah: 78 M2, Luas Bangunan: 36 M2

Lihat sana, lihat sini.....kayaknya ada yang kurang. Gimana kalo pake pagar ya? Hmmm..... Gue balik lagi ke Autocad, bikin 3D yang pake pagar buat alternatif. Gak lama, selesailah 3D rumah yang masih mentah. Setelah diimport dari 3DS Max, setting material, libray, tus gue render dengan angle camera seperti ini:

Akhirnya Selesai juga curat coret gue....Huh....! Lumayan cape en pegel., mana gigi snut-snutan aduuuuuuh........ Tiduuuuuur.... Kzzzzzzzzzzzz....!


Minimalis (Plus Pagar) / Luas Tanah: 78 M2, Luas Bangunan: 36 M2

Read more...

Menggunakan Adobe Photoshop CS3


Bitmap/Raster : Gambar yang terbentuk dari pixel, dan tiap pixel memiliki warnanya sendiri-sendiri. Contoh format file gambar berbentuk raster: jpeg, png, bmp, dll.









Gambar 1.a. Contoh gambar raster

Vektor : Gambar yang menggunakan perhitungan matematis dan tidak berdasarkan pixel, sehingga jika gambar diperbesar atau diperkecil kualitas gambar tidak akan berubah. Contoh gambar vector dapat dilihat pada gambar didalam aplikasi autocad, corel draw, adobe illustrator, dll.












Gambar 1.b. Contoh gambar vector

RGB = Red, Green, Blue
CMYK = Cyan, Magenta, Yellow, Black

Tampilan pada Photoshop CS3



ToolBox pada photoshop dengan tampilan default:


1. Move Tool, digunakan untuk memindahkan objek gambar pada layer yang telah digunakan.
2. Marquee Tool, digunakan untuk menyeleksi objek, didalamnya terdapat beberapa pilihan bentuk seleksi seperti Elliptical Marquee, seleksi berbentuk oval/bulat, single row berbentuk mendatar dan single column Marque membentuk kolom.
3. Lasso Tool, digunakan untuk menyeleksi objek gambar, hanya saja lebih bebas, didalamnya terdapat beberapa pilihan pengganti seperti :
- Polygonal Lasso Tool, menyeleksi dengan cara membentuk garis polygon.
- Magnetic Lasso Tool, menyeleksi dengan cara membentuk garis sesuai ketajaman warna pada objek.
4. Magic wand Tool, digunakan untuk menyeleksi gambar secara langsung melalui perbedaan warna yang bias diatur ketajamannya (tolerance).
5. Crop Tool, mengatur dan memotong gambar beserta ukurannya.
6. Slice Tool, digunakan untuk membentuk sudut-sudut pada gambar biasanya untuk dijadikan suatu website.
7. Spot Healing Brush Tool, digunakan untuk memanipulasi gambar objek dengan mengambil gambar pada point yang ada disekitarnya, didalam tool ini terdapat pilihan lain seperti:
- Healing brush tool, sama seperti healing spot brush, hanya saja dengan mengambil gambar pada point yang kita tentukan dengan menekan [ALT]+Click mouse.
- Patch Tool, digunakan untuk menyeleksi objek.
- Red Eye Tool, digunakan untuk menghilangkan bola mata merah yang biasa dialami pada foto-foto seseorang dikarenakan reflek mata.
8. Brush Tool, digunakan untuk membuat coretan berbentuk brush/kuas, didalamnya juga terdapat :
- Pencil Tool, untuk membuat coretan garis tipis.
- Color Replacement Tool, untuk membuat gambar memiliki warna yang disesuaikan dengan foreground color.
9. Stamp Tool, untuk menduplikasi beberapa bagian pada gambar yang dipilih, dan sama cara pemakaiannya seperti healing brush, terdapat pilihan lain:
- Pattern Stamp Tool, sama seperti stamp hanya saja hasilnya diambil dari texture pada photoshop.
10. History Brush Tool, Brush yang digunakan dengan menggunakan brush yang pernah terpakai dan tersimpan pada history, terdapat pilihan lain yaitu Art history brush, yang memiliki kegunaan sama tetapi memiliki efek brush yang berbeda.
11. Eraser Tool, digunakan untuk menghapus. Didalamnya terdapat pilihan pengganti seperti :
- Background Eraser tool: untuk menghapus gambar dalam 1 layer yang memiliki perbedaan warna tertentu, sehingga hanya beberapa warna yang terhapus.
- Magic eraser tool, digunakan untuk menghapus sekali klik pada gambar dengan konsentrasi warna tertentu.
12. Paint Tool, untuk mewarnai objek yang diseleksi, didalamnya terdapat pilihan pengganti, yaitu :
- Gradient tool, digunakan untuk membuat warna gradasi pada objek yang diseleksi.
13. Smudge Tool, digunakan untuk menarik gambar. Didalamya terdapat pilihan pengganti seperti:
- Blur : Menjadikan gambar menjadi lebih buram.
- Sharpen : Menjadikan gambar menjadi lebih tajam dan kasar.
14. Dodge Tool, digunakan untuk menerangkan gambar, terdapat pilihan seperti:
- Burn Tool, digunakan untuk menggelapkan objek gambar.
- Sponge Tool, memberikan sentuhan agak tajam dan kasar pada gambar (efek spons).
15. Pen Tool, membuat garis untuk brush.
16. Text Tool, digunakan untuk memberikan text.
17. Path selection tool, digunakan untuk seleksi bagian pada gambar vector.
18. Rectangle Tool, Membuat kotak.
19. Notes Tool, memasukan text box yang biasa digunakan pada website.
20. Eyedropper tool, digunakan untuk mengambil warna.
21. Hand Tool, untuk menggeser canvas, gunakan shortcut [spasi] untuk langsung menggeser.
22. Zoom Tool, digunakan untuk memperbesar tampilan.
23. Switch foreground-background, digunakan untuk menukar warna antara foreground dan background.
24. Foreground adalah warna yang digunakan oleh tools, dan background warna dasar pada saat menggunakan photoshop.
25. Quick mask mode, memberikan efek mask langsung.
26. Mengubah mode tampilan photoshop.

Read more...
 

Links∞


A|_________________________________
Archv3ntureareros.co.cc (the|second user)
B|_________________________________
Berbagi IlmuBlog Acak Kadut一个一个的部落格寂寞心Blunderer
C|_________________________________
CoolgirlspotCatatan Pendek
D|_________________________________
DapurpunyakuDiary-ZoneDownload Macam - MacamDriversCollection.com (One of largest free net library of device drivers)
F|_________________________________
Free Pascal Source Code and C++ Source CodeFood TipsFree Download MP3-Lirik Lagu-Midi
G|_________________________________
Great InformationGames Console
H|_________________________________
Harga Miring
I|_________________________________
Info GameInformasi dan Bisnis Anak Jogja
J|_________________________________
Jasa Pembuatan BlogJasa Pembuatan Blog
K|_________________________________
Kang Jured
L|_________________________________
Laksamana Eembun.Blog
M|_________________________________
Masifud.BlogMenulis Untuk BerbagiMesothelioma
N|_________________________________
Newsupdates24x7Nge - Review (All about IT I love IT)Nophie's Corner
O|_________________________________
Optimasi Blog (Tips SEO dan Trik Blogger Indonesia)Online Business
P|_________________________________
PC Lovers
S|_________________________________
SijagurSport InfoSelafSarkari Naukri
T|_________________________________
Tech FuzzTelekomunication UpdateTGDC.InfoTrik-Tips BlogTutorial Website
W|_________________________________
World of Cricket

My Blog List






Misbah el Munir مصباح المنير Copyright © 2009 Black Nero is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal